Halaman 4



Mayat yang ditemukan terbungkus kain dan karung di parit. (ANTARA)



Banyak Kematian Misterius di Pelalawan 


M Said, Pelalawan

MASIH banyak kasus penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan belum berhasil diungkap oleh Polres Pelalawan.
    Salah satu yang berhasil diungkap adalah kasus pembunuhan terhadap Indra Gunawan Herman (13) yang ditemukan terbungkus karung di parit Jalan Pemda, Gang Wajib Senyum, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.
    “Kalau ada lagi akan kita ungkap kasus pembunuhan. Nanti akan kita pelajari, karena kejadiannya sebelum saya menjabat,” jawab Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur M Tariq SIK, ketika dikonfirmasi usai mengelar press rilis pengungkapan kasus pembunuhan mayat di bungkus karung di Mapolres Pelalawan, Selasa (8/11) lalu.
    Dalam catatan PekanbaruMX masih ada kasus pembunuhan dan penemuan mayat yang belum terungkap di wilayah hukum Polres Pelalawan sejak tahun 2018 silam. Di antaranya pembunuhan terhadap Herman (57) warga Pekanbaru. Herman ditemukan tewas saat lagi tidur di rumah baru milik keluarganya di Jalan Abdul Jalil, Belakang Pasar Baru, Pangkalan Kerinci.
    Kemudian kasus kematian Bar alias Budi (45) mayatnya ditemukan di kebun Karet, Dusun Bangun, Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam. Selain kehilangan nyawa, sepeda motornya dibawa kabur dan hingga kini belum terungkap.
    Kasus ketiga dan tidak kalah menghebohkan, adalah kasus pembunuhan pria yang terbungkus karung di jalan Datuk Engku Raja Lela, dekat Simpang Samak, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, 17 Oktober 2018.
    Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan warga dengan kondisi penuh luka sayatan di sekujur tubuhnya. Saat ditemukan, di jarinya masih terpasang cincin kuningan imitasi. 
    Tragisnya bukan saja identitas korban belum diketahui sampai kini, tetapi siapa pelakunya sampai sekarang belum terungkap dan apa motifnya.
    Selanjutnya penemuan mayat seorang bocah tuna wicara bernama Ferinanus Bulolo. Ia diduga korban pembunuhan dengan kondisi sudah membusuk di dalam anak Sungai Pantan, Estate III, kebun PT Musim Mas, Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, 25 Oktober 2018.
    Tak berselang lama ada penemuan mayat pria tanpa identitas yang telah membusuk dan dipenuhi belatung, di Jalan Lintas Timur, tepatnya di los pasar Lama Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Sabtu 27 Oktober 2018, yang diduga korban pembunuhan.
    Kemudian kasus berikutnya adalah penemuan mayat seorang waria yang akrab dipanggil Yeni ditemukan tak bernyawa di kebun karet di Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan 30 Oktober 2018. Korban diduga tewas dibunuh oleh teman prianya berinisial Sl (40).
    Kemudian ada kasus penbunuhan yang terjadi di tahun 2019 hingga 2022 sudah terungkap salah satunya Indra remaja 13 tahun yang dihabisi oleh sesama pemulung dan mayatnya di bungkus lalu dibuang.
    Tapi masyarakat yang masih dihantui rasa takut, karena masih ada pelaku pembunuhan tidak kunjung di tangkap oleh polisi dan bebas berkeliaran hingga menjelang akhir tahun 2022 tersebut.=MX11

==========

Pemko Alokasikan Tambahan Penghasilan PNS


PEKANBARU—Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp961 miliar pada tahun 2023. Pemko Pekanbaru juga mengalokasikan tambahan penghasilan PNS dalam APBD tahun 2023.
    Pj Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan, melalui kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh serta komitmen yang kuat dari seluruh unsur terkait, Ranperda APBD 2023 diharapkan semakin efektif dan berperan dalam pencapaian upaya untuk memakmurkan masyarakat Kota Pekanbaru. 
    “Di samping itu, peran serta lembaga-lembaga pengawasan dan pemeriksa keuangan negara serta BPK, BPKP, dan Inspektorat diperlukan untuk terus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran daerah agar lebih efektif, efesien, transparan, akuntabel, dan berdaya guna,” kata Muflihun, Selasa (22/11). 
    Menurutnya, alokasi anggaran untuk setiap perangkat daerah ditentukan berdasarkan target kinerja pelayanan publik tiap-tiap urusan pemerintahan dalam mendukung prioritas pembangunan daerah.
    Alokasi anggaran tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan pemerataan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran pada tahun sebelumnya. 
    “Belanja daerah harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2023 sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintah daerah,” terangnya. 
    Muflihun menyebut, Pemko dan DPRD telah menetapkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2023 sebagai pedoman bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengusulkan rencana kerja anggaran (RKA).
    Pemko juga telah mengalokasikan tambahan penghasilan kepada pegawai negeri sipil (PNS) untuk memacu semangat dan kinerja birokrasi sesuai dengan tuntutan dari pelaku usaha dan masyarakat. 
    Gambaran secara umum Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD 2023 antara lain, pendapatan daerah ditargetkan Rp2,69 triliun. Rinciannya, pendapat asli daerah (PAD) sekitar Rp961 miliar. Pendapatan transfer sekitar Rp1,73 triliun. 
    Selanjutnya, belanja daerah direncanakan sekitar Rp2,67 triliun. Belang daerah ini digunakan untuk belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga. Penerimaan pembiayaan daerah nihil. Pengeluaran pembiayaan daerah sekitar Rp20 miliar. 
    “Penyusunan rancangan APBD 2023 ini merupakan tindak lanjut atas penetapan KUA PPAS yang telah disepakati pada 7 November,” pungkasnya. MX9


=========


Banjir Dominasi Aduan Warga di Reses Wakil Rakayat

PEKANBARU— Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi mengungkapkan, bahwa masalah banjir menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat saat turun dalam agenda reses. Terutama, persoalan buruknya saluran drainase di lingkungan masyarakat.
    “Alhamdulillah, selesai. Dari kegiatan reses yang telah saya lakukan di 8 titik, yang paling banyak itu masalah banjir dan juga terkait drainase-drainase,” kata Sabarudi.
    Sabarudi mengatakan, dalam penanganan banjir ini pelu perhatian yang serius dan upaya kerja keras dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Mulai dari melakukan normalisasi sungai hingga memperbaiki saluran-saluran drainase.
    “Drainase ini macam-macam persoalannya. Ada yang drainase itu memang tidak berfungsi karena pendangkalan, ada juga yang daya tampung anak sungai sekitar lingkungan masyarakat itu sudah terjadi pendangkalan,” ujarnya.
    Politisi PKS ini juga berharap masyarakat agar ikut serta berpartisipasi mencegah terjadinya banjir yang kerap melanda wilayah Kota Pekanbaru. Diantaranya, bergotong royong membersihkan parit-parit disekitar rumah.
    “Imbauan kepada masyarakat itu juga harus diperkuat agar mereka terpanggil untuk melakukan gotong royong di parit-parit sekitar rumahnya. Saya juga berbincang kepada Kadis PUPR Kota Pekanbaru, kalau menunggu dari Pemko untuk menerjunkan pasukan kuning itu jumlahnya terbatas juga,” tutup Sabarudi. MX8