Halaman 18


HL

Jam Bezuk ke Lapas dan Rutan Diperketat

KANWIL Kemenkumham Riau memperketat kunjungan tatap muka pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Riau. Hal itu untuk mentisipasi lonjakan kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB.
    Prioritas jam bezuk hanya diperuntukan bagi keluarga inti. seperti ayah, ibu, istri, anak, atau saudara kandung. Mereka yang masuk dalam status keluarga inti itu, wajib memperlihatkan kepada petugas dengan kartu keluarga dan KTP. 
    “Saya minta jajaran di lapas dan rutan perketat menerima kunjungan. Prioritas cuma bagi keluarga inti,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, M Jahari Sitepu, Selasa (22/11). 
    Tidak itu saja, pengunjung sudah melaksanakan vaksin booster atau menunjukkan antigen dengan hasil tes negatif, Itu pun tatap muka hanya diperbolehkan sekali dalam seminggu.
    Bagi jajaran lapas dan rutan, diminta untuk benar-benar melaksanakan aturan kunjungan tatap muka bagi warga binaan tersebut. Kakanwil Kemenkumham berharap jangan sampai terulang kembali kehebohan lagi di lapas dan rutan soal Covid-19 mewabah seperti tahun-tahun lalu. 
    “Semua harus peduli, semua harus disiplin. Yang belum divaksin, agar segera divaksin. Pengunjung yang tak memenuhi persyaratan, agar dilarang masuk," ungkap Jahari. 
    Selain itu, Kakawil juga meminta jajaran Imigrasi yang ada di pos perbatasan jangan sampai lengah. Pengetatan pemeriksaan wajib dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh, kesehatan, dokumen kesehatan sudah divaksin atau penggantinya. 
    Pada kesempatan ini, Jahari juga mengingatkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan antiseptic, serta tidak berkerumun.
    Ini peringatan bagi kita semua bahwa Covid-19 masih ada. Dimana-mana kasusnya sedang melonjak lagi, bukti masyarakat sudah mulai kendor disiplin protokol kesehatan,” ujar Jahari.
=mx


=========


Covid-19 Belum Reda, Warga Diminta Hati-Hati

PEKANBARU - Pasien positif Covid-19 di Riau per hari Senin (21/11) terdapat penambahan 29 kasus. Dengan penambahan tersebut, maka total penderita Covid-19 di Riau sebanyak 153.667 orang.
    “Sementara itu, terdapat penambahan 26 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total 148.713 orang yang sembuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin.
    Kabar dukanya, terdapat penambahan 5 pasien meninggal dunia akibat positif Covid-19. Sehingga total pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Riau sebanyak 4.508 orang. Dari total pasien positif Covid-19 Riau, terdapat 64 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 382 orang.
    “Sehingga saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Riau baik yang masih menjalani perawatan di rumah maupun isolasi mandiri sebanyak 446 orang,” ujarnya.
    Sementara itu, suspek yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 200 orang sedangkan yang suspek isolasi di rumah sakit sebanyak 6 orang. Total suspek yang selesai menjalani isolasi 167.674 orang, meninggal dunia 582 orang. 
    Zainal juga mengatakan pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan. Menjaga pola hidup sehat dan makan buah serta sayuran, melakukan olahraga rutin dan mengkonsumsi vitamin yang cukup. 
    “Walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif Covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya. Pilihan terbaik adalah tetap di rumah dan menghindari keramaian,” pungkasnya.
    Di samping itu, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Riau per tanggal 21 November 2022 dengan sasaran 5.552.581, dengan dosis pertama mencapai 88,59% dan dosis kedua mencapai 71,41%. Kabupaten/kota yang memiliki capaian vaksinasi 1 Covid-19 di atas 90% adalah Kota Dumai (94,81%) dan Kota Pekanbaru (105,26%). Kabupaten/kota yang memiliki capaian vaksinasi 2 Covid-19 di atas 80% adalah Kota Pekanbaru (88,37%). 
    Pencapaian vaksinasi Covid-19 bagi Tenaga Kesehatan dengan sasaran 32.923 orang, dengan vaksinasi dosis pertama sebesar 46.250 (140,48%), vaksinasi dosis kedua sebesar 45.036 (136,79%) dan vaksinasi dosis ketiga sebesar 39.478 (119,91%).
    Selanjutnya, capaian vaksinasi Covid-19 bagi Lansia dengan sasaran 322.466
orang, dengan vaksinasi dosis pertama sebesar 257.031 (79,71%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 196.869 (61,05%). 
    Pencapaian vaksinasi Covid-19 bagi Pelayan Publik dengan sasaran 349.418 orang, dengan vaksinasi dosis pertama sebesar 404.942
(115,89%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 373.632 (106,93%).
    Terakhir, capaian vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Umum dengan sasaran 3.451.350 orang, dengan vaksinasi dosis pertama sebesar 2.878.849 (83,41%) dan vaksinasi dosis kedua sebesar 2.308.285 (66,88%).  =MG1



—================


Gubri Minta Masyarakat Tak Turun ke Jalan Saat  TdS


PEKANBARU - Terkait pelaksanaan event Tour de Siak (TdS) pada 1 Desember 2022 mendatang, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengimbau masyarakat yang hendak menonton event tersebut untuk tak turun ke jalanan.
    "Ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan keamanan masyarakat itu sendiri," kata Gubri.
    Gubri berharap media online maupun cetak dapat ikut andil mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang hendak menonton maupun masyarakat pengguna jalan dapat berhati-hati saat para peserta TDS melintas.
    Sehingga nanti tidak ada masyarakat yang melintas. Sebab itu berbahaya sekali. Karena ini balapan mereka tidak ada menahan lajunya, kencang. Karena itu ini perlu kehati-hatian. 
    "Kalau ada yang mau nonton sebaiknya di perkarangan atau di ruko, tidak turun ke pinggir jalan. Termasuk juga para wartawan, kami sudah siapkan tempatnya," ucap Syamsuar , Selasa (22/11).
    Untuk persiapan jalan yang akan menjadi rute TdS sendiri Syamsuar menuturkan, panitia dibantu oleh Polda Riau. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan terus melakukan pemantauan mulai hari ini hingga hari pelaksanaan TDS.
    "Pokoknya mulai hari ini semua yang terkait dengan ini dikoordinir oleh Waditlantas Polda Riau. Setiap hari akan mengecek kondisi jalan sampai dengan hari H pelaksanaan. Tadi sudah kami diskusikan dengan Pemko Pekanbaru, ini tidak mengganggu CFD. Tapi CFDkan sampai jam 9 itu sudah tidak ada lagi," ungkap Gubri.
    Lebih lanjut Syamsuar menuturkan, untuk masalah pengamanan sendiri Polda Riau akan menurunkan lebih dari 2.000 personel. Selain itu, juga dibantu oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dandim.
    "2.000 itu dari Polda saja, belum lagi dari TNI, Satpol PP dan Dishub. Karena ini perlu pengamanan, baik pengamanan untuk pembalap sepeda maupun masyarakat," ujarnya.
    Wakil Direktur (Wadir) Dit Lantas Polda Riau, AKBP Donni Eka Syaputra menyebut, untuk pengamanan sendiri sejauh ini telah terkoordinisir dengan baik. Pihaknya juga telah turun langsung untuk melakukan pemantauan jalan yang akan dilalui peserta TDS.
    "Beberapa kali kami sudah turun bersama  sama dengan Kepala Balai Jalan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, dan PUPR Kabupaten. Kita secara marathon turun dan cek terus, kita juga setiap hari mendapatkan laporan progress pengerjaan jalan yang telah dilaksanakan," ucapnya.
    Sesuai instruksi Pak Gubernur, besok kita akan menginventarisir kembali jalan  jalan secara bersama  sama, dan itu akan terus di follow up sampai 30 November,tambah AKBP Donni.
=mx