Halaman 3
![]() |
| Petugas Tim SAR tengah melakukan evakuasi korban Edi Purwanto. (ANTARA) |
Korban Jatuh dari Roro Ditemukan Tak Bernyawa
Ahmad Ridwan, bengkalis
EDI Purwanto (38), korban yang diduga terjun dari kapal RoRo KMP Mutiara Pertiwi 2 akhirnya ditemukan, Selasa (22/11) pagi. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Kepala Pos SAR Bengkalis, Transpiranto kepada PekanbaruMX mengatakan, korban ditemukan oleh nelayan Desa Damai, Kecamatan Bengkakis pada Selasa pukul 08.40 WIB.
”Selanjutnya Tim SAR gabungan menuju ke TKP. Jarak korban dari titik jatuh lebih kurang 15 NM (27,78 KM,red) ke arah selatan dengan keadaan meninggal dunia,” paparnya.
"Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Bengkalis mengunakan ambulan BPBD,” sambungnya.
Transpiranto mengatakan, saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung di tengah laut. Tubuh sudah membengkak namun masih utuh, dengan pakaian yang sudah terlepas.
”Hanya luka-luka di beberapa tempat dan ini normal,” katanya.
Penemuan tersebut merupakan hari ketiga sejak korban pertama kali diduga melakukan upaya bunuh diri dengan sengaja terjun ke laut. Korban diduga depresi karena ditolak saat mau masuk ke Malaysia Sebelum melompat ke laut ia memukul kedua temannya bernama Junaidi dan Elliyas Panjaitan.
=mx18
—
ada foto
Tersangka Kabur, BNNP Riau Sita 7 Kilo Sabu
PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau menggagalkan peredaran 7.157,71 gram sabu dan ratusan butir pil ekstasi di Bengkalis dan Pekanbaru, pada November ini.
Kepala BNNP Riau Brigjen Robinson DP Siregar, melalui Kabid Pemberantasan Kombes Berliando menjelaskan, pengungkapan sabu dilakukan di Jalan Lintas Dumai-Sei Pakning, Bengkalis pada Senin (7/11) lalu.
“Ada enam kilogram sabu yang kita amankan,” jelas Berliando, Selasa (22/11).
Pengungkapan ini dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari informan bahwa akan ada upaya penyelundupan sabu di lokasi tersebut.
“Jadi jalan lintas Dumai-Sei Pakning ini merupakan jalur penyelundupan sabu di Provinsi Riau,” ungkap Berliando.
Menindaklanjuti informasi itu, direspon Tim BNNP Riau dan langsung melakukan dan pengintaian di wilayah tersebut.
Malamnya sekitar pukul 23.30 WIB, tim BNNP Riau kembali mendapat informasi dari informan, bahwa paket sabu sudah dibawa oleh Mr X menggunakan mobil dalam perjalanan ke Pekanbaru.
Hasilnya, tim mendatangi langsung tempat yang dicurigai tersebut. Namun tidak ditemukan seorang pun yang berada di lokasi.
Esoknya, Selasa (8/11) dinihari, tim bergerak dari arah Dumai menuju Sei Pakning. Di tengah jalan berpapasan dan sebuah mobil Suzuki Baleno yang dicurigal melaju dengan kecepatan tinggi.
Melihat penampakan itu, tim putar balik dan langsung melakukan pengejaran terhadap mobil yang dicurigai tersebut.
Setibanya di lokasi, mobil tersebut tiba-tiba berhenti masuk ke dalam semak-semak dan langsung didekati petugas.
“Mengetahui yang mengejar petugas, supir mobil kabur karena tidak ditemukan saat didatangi petugas,” ungkap Berliando.
Selanjutnya setelah dilakukan penggeledahan, didalam mobil ditemukan tas ransel berisi enam bungkus narkotika jenis sabu.
"Pengungkapan selanjutnya meringkus tiga pemuda tanggung, dengan mengamankan narkotika jenis ekstasi, Senin 14 November di Pekanbaru," kata Berliando.
Awalnya jelas Berliando, didapat informasi ada tiga pria disebutkan sengaja menyimpan ekstasi.
Disebutkan bahwa pria berinisial AL sering membawa dan menyimpan ekstasi di kontrakannya di Jalan Kesehatan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.
Setelah dipastikan kebenarannya, tim langsung melakukan penggerebekan pada Selasa (15/11) sekitar pukul 9.30 WIB.
“Hasil penggrebekan diamankan dua orang yakni AL penyewa kontrakan dan pria inisial F,” jelas Berliando.
Tim menemukan satu plastik klip berisi dua butir ekstasi di dalam laci meja televisi.
Saat diinterogasi keduanya mengaku barang bukti itu merupakan sisa ekstasi yang telah digunakan sebelumnya.
"Keduanya mengaku menggunakan ekstasi itu dengan pria inisial B,” jelas Berliando.
Menindaklanjuti informasi itu, tim BNNP Riau langsung mencari keberadaan B dan berhasil mengamankannya di Dafu Kafe, Jalan Sudirman, Pekanbaru, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Saat digeledah ditemukan pil ekstasi berjumlah 872 butir,” beber Berliando.
Menurut keterangan B, ekstasi itu disebutkan merupakan milik tersangka AL.
“Oleh AL diakuinya ekstasi itu didapat dari kenalannya inisial A, di berikan pria inisial F,” terang Berliando.
Setelah menjelaskan kronologis penangkapan, Kepala BNNP Riau bersama tamu undangan langsung melakukan pemusnahan barang bukti.
Caranya, sabu direndam di dalam ember dicampur menggunakan cairan pembersih. Sedangkan, untuk ekstasi terlebih dahulu di blender dan selanjutnya dua narkoba itu diaduk dibuang ke selokan.
Prosesnya, sebelum dimusnahkan terlebih dahulu petugas Labfor Pekanbaru melakukan uji coba terhadap dua jenis ekstasi tersebut.
“Setelah kami campur dengan cairan yang kami bawa, hasilnya benar barang bukti ini adalah sabu dan butiran pil ini adalah ekstasi,” singkat petugas Labfor. =mx6
—
=====
Lima Kabupaten Kota Berstatus Siaga Darurat Banjir
PEKANBARU - Sejumlah daerah di Riau saat ini mulai dilanda bencana banjir akibat intensitas hujan yang mulai tinggi. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, tercatat sudah ada lima kabupaten kota di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat banjir.
Daerah tersebut adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kuansing, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hilir.
“Iya, sudah ada lima daerah di Riau yang menetapkan status siaga banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, Selasa (22/11).
Meski sudah ada lima daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat banjir, namun sejauh ini untuk tingkat provinsi belum ditetapkan.
Informasi terbaru terkait, penetapan status siaga darurat banjir di tingkat provinsi Riau, saat ini masih dalam tahap pembahasan.
“Besok kita rapat, dan kita lihat perkembangan situasi, dari BMKG seperti apa, dan kita mau lihat laporan dari masing masing laporan Kabupaten Kota, dan OPD yang lain, situasinya seperti apa,” jelas Jim.
Menurut keterangan Jim, selain curah hujan yang mulai tinggi, saat ini di wilayah pesisir Riau juga terjadi pasang laut. Sehingga airnya tertahan dan menyebabkan banjir.
“Sejauh ini, kondisi banjir di beberapa daerah yang terdampak seperti Siak, Bengkalis, sudah mulai surut,” katanya.
=mx
